Home » Kesehatan Gigiku » 5 Cara Untuk Mencegah Terjadinya Karies Pada Gigi

5 Cara Untuk Mencegah Terjadinya Karies Pada Gigi

Thursday, January 3rd 2013. | Kesehatan Gigiku, Tips Kesehatan

5 Cara Untuk Mencegah Terjadinya Karies Pada Gigi – Karies pada gigi terjadi di akibatkan sisia makanan yang menempel pada gigi. berikut ini cara mencegah karies pada gigi :

1. Menjaga kebersihan mulut.

Kebersihan mulut haruslah dijaga dengan baik dengan selalu menggosok gigi sebelum atau sesudah makan dan sebelum tidur di malam hari. Hal ini sangat efektif dalam mencegah terjadinya pembusukan pada permukaan gigi.

Menggosok gigi setiap hari sangat berperan untuk mencegah terbentuknya karies di bagian tepi gigi dan flossing dilakukan di sela-sela gigi yang tidak dapat dicapai oleh sikat gigi. Menggosok gigi yang baik memerlukan waktu selama 3 menit.

2. Makanan.

  • Semua makanan yang mengandung banyak karbohidrat dapat menyebabkan gigi jadi membusuk.
  • Semua makanan yang mengandung gula sepeti gula meja (sukrosa), gula di dalam madu (levulosa dan dekstrosa), buah-buahan (fruktosa) dan susu (laktosa) memiliki efek yang sama terhadap gigi.

Jika gula yang melekat dengan plak gigi, maka dalam waktu sekitar 20 menit, bakteri Streptococcus mutans di dalam plak akan menghasilkan asam. Jumlah gula yang dimakan tidak masalah, yang memegang peran penting adalah lamanya gula berada di dalam gigi.

Orang yang cenderung mengalami karies harus cenderung mengurangi makan yang manis-manis dan senantiasa Berkumur setelah habis memakan makanan yang manis, akan tetapi cara yang paling efektif adalah dengan sering menggosok gigi.

3. Fluor

Fluor menyebabkan gigi, terutama email, tahan terhadap asam yang menyebabkan terbentuknya karies pada gigi. Mengkonsumsi fluor sangat efektif pada saat gigi sedang tumbuh dan mengeras, yaitu sampai usia 11 tahun.

Penambahan fluor pada air adalah cara yang paling efisien untuk memenuhi kebutuhan fluor pada gigi anak-anak. Tetapi jika terlalu banyak mengandung fluor akan menyebabkan timbulnya bintik-bintik atau perubahan warna pada gigi.

Jika air yang diminum mengandung sedikit fluor, bisa diberikan obat tetes atau tablet natrium florida. Fluor juga bisa dioleskan langsung oleh dokter gigi pada gigi yang cenderung mengalami pembusukan. Akan lebih baik jika menggunakan pasta gigi yang mengandung fluor.

 

4. Penambalan.

Penambalan cara yang dapat digunakan untuk melindungi lekukan pada gigi belakang yang sulit untuk dijangkau. Setelah dibersihkan, daerah yang akan ditambal ditutup dengan plastik cair. Setelah cairan plastik mengeras, akan terbentuk penghalang yang efektif, dimana bakteri di dalam lekukan pada gigi akan berhenti menghasilkan asam karena makanan tidak dapat menjangkau lekukan tersebut.

Sebuah tambalan bertahan cukup lama; sekitar 90% bertahan sampai 1 tahun dan 60% bertahan sampai 10 tahun; tetapi kadang perlu dilakukan perbaikan atau penggantian.

5. Terapi antibakteri.

Beberapa orang memiliki bakteri penyebab pembusukan yang sangat aktif di dalam mulutnya. Orang tua bisa menularkan bakteri ini kepada anaknya melalui ciuman. Bakteri tumbuh di dalam mulut anak setelah gigi pertama tumbuh dan kemudian bisa menyebabkan terjadinya karies. Karena itu kecenderungan bahwa pembusukan gigi terjadi dalam satu keluarga, tidak selalu menunjukkan kebersihan mulut maupun kebiasaan makan yang jelek.

Pada orang-orang yang cenderung menderita karies gigi perlu diberikan terapi antibakteri. Setelah daerah yang membusuk dibuang dan semua lubang serta lekukan ditambal, maka diberikan obat kumur yang kuat (klorheksidin) selama beberapa minggu untuk membunuh bakteri di dalam plak yang tersisa. Diharapkan bakteri yang tidak berbahaya akan menggantikan bakteri penyebab karies.

Untuk membantu mengendalikan bakteri, bisa digunakan obat kumur fluor setiap hari dan mengunyah permen karet yang mengandung xilitol.

Advertisement
tags: , , ,

Comment For 5 Cara Untuk Mencegah Terjadinya Karies Pada Gigi